Minionstraveler - Ternyata Ada Pulau Terlarang di Lombok. Mitosnya, Semua yang Datang ke Sana Akan Mati!
Prediksi Bola - Lombok adalah mentari baru pariwisata Indonesia. Lokasinya yang dekat
dengan Jawa dan Bali membuat Lombok kini jadi destinasi yang menarik
bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tempat wisata seperti Gili
Trawangan, Pantai Kuta Lombok, Desa Sade, ataupun Gunung Rinjani kini
telah menjadi jujugan turis karena keindahannya.
Namun siapa
sangka, di balik pesona pariwisata Lombok yang tengah bergeliat, masih
ada beberapa kisah mistis yang menyelimutinya. Maklum, Lombok relatif
baru saja berkembang masyarakatnya beberapa tahun terakhir. Sebelumnya,
hal-hal klenik dan ghaib masih jadi keseharian masyarakat Sasak. Salah
satu mitos ghaib yang masih dipercaya hingga kini adalah adanya ratu
ghaib bernama Dewi Anjani yang mempunyai singgasana di Gunung Rinjani.
Ternyata tak cuma Dewi Anjani, ada banyak mitos yang berkembang di
pesisir selatan Lombok yang dipercaya hingga kini. Hal ini karena
dulunya kawasan selatan kurang berkembang dibandingkan kawasan lainnya
Hal mistis memang tak bisa terlepaskan dari Lombok. Terutama Lombok
bagian selatan yang sekian puluh tahun lebih terbelakang dibanding
Lombok bagian barat dan timur. Maka wajar saja kejadian begal masih
marak terjadi dan hal-hal mistis masih menyelimuti kawasan tersebut
beberapa tahun lalu. Salah satu upaya untuk memajukan kawasan tersebut
adalah membangun bandara Internasional Lombok pada 2011 lalu. Alhasil,
kawasan selatan Lombok terutama kabupaten Lombok Tengah kini makin ramai
oleh wisatawan dan makin populer wisatanya. Sebut saja Pantai Kuta,
Tanjung Aan, Mawun, Seger, maupun Selong Belanak.
Salah satu mitos yang masih dipercaya adalah adanya pulau terlarang
bernama Pulau Gunung Wayang. Pulau ini berada tepat di selatan pantai
Selong Belanak
Pulau Gunung Wayang adalah pulau kecil berbentuk kerucut di sebelah
selatan pantai Selong Belanak. Bentuknya kerucut seperti gunung yang
berada di tengah laut dan wisatawan bisa menyaksikannya dari pantai
Selong Belanak. Pulau ini terlarang dikunjungi karena setiap orang yang
datang ke sana akan meninggal. Duh, kok serem ya? Masyarakat sekitar pun
melarang siapapun untuk datang ke pulau tersebut. Mitos ini sudah
dipercaya turun temurun dan belum diketahui apa penyebabnya.
Ada satu bule yang nekad ke sana dan berakhir tragis. Ia pun meninggal dunia ketika berselancar di sana
Jika ingin datang mengunjungi pulau ini, kamu harus melapor kepada
pemangku adat Suku Sasak yang notabene penjaga pulau itu. Harus ada
ritual tertentu sebelum pergi ke sana. Itu pun dengan syarat harus
ditemani oleh pemangku adat tersebut. Kalau ada yang nekat pergi ke
sana, biasanya mengalami kematian. Salah satu contohnya seorang bule
yang sedang berselancar di dekat pulau pun juga ditemukan telah
meninggal. Konon sudah banyak yang jadi korban di pulau terlarang
tersebut. Sampai sekarang belum terkuak misteri di Pulau Gunung Wayang
tersebut dan sebab kenapa dilarang untuk dikunjungi.
Ada
kemungkinan lain yang bisa jadi jawaban atas misteri ini. Bisa jadi ini
adalah sebuah kearifan lokal dari Suku Sasak dalam menjaga ekosistem
pulau agar tidak didatangi banyak orang. Jika banyak orang ditakutkan
akan terjadi kerusakan alam di pulau tersebut. Tapi ini cuma sekedar
asumsi. Jawaban sebenarnya tentu masih misteri, semisterius pulau Gunung
Wayang tersebut.
Prediksi Bola - Buat traveler kekinian, spot-spot foto yang instagrammable mungkin
sudah jadi destinasi impian ya buat mereka. Bisa update foto Instagram
dengan latar tempat-tempat hits sudah jadi kepuasan tersendiri. Tapi hal
ini tentu berbeda dengan pecinta petualangan yang memacu adrenalin.
Untuk kalangan yang satu ini, wisata yang menantang lah yang akan jadi
destinasi impian mereka.
Mungkin kamu pernah baca tentang kebun
binatang di China yang sangat ekstrem. Kebun binatang itu melepaskan
binatang-binatang buas semacam singa ataupun harimau, sementara
pengunjungnya berada di dalam kandang dengan teralis besi. Nih kalau
pengen tahu serunya bisa kamu baca di tautan dari Minionstraveler ini.
Di
Australia, ada wahana ekstrem yang serupa dengan kebun binatang di
China. Tapi kali ini lawannya berbeda, yakni buaya! Berani kamu masuk ke
dalam kandang ini?
'Cage of Death’ by Crocosaurus Cove, begitulah wahana
ekstrem itu disebut. Saking menantangnya, wahana yang terletak di
Darwin, Australia ini selalu jadi jujugan pecinta petualangan pemacu
adrenalin!
Wahana ekstrem ini telah dibuka sejak tahun 2011 dan mempunyai 7 ekor buaya air asin dengan ukuran yang sangat besar!
Buaya air asin adalah buaya terbesar dari jenisnya dan bisa tumbuh
sepanjang 20 kaki panjangnya. Giginya sepanjang 4 inchi dan sangat
berbahaya buat manusia. Buaya jenis ini biasanya didapatkan dari
perairan Australia, Asia Tenggara ataupun India.
Permainannya sederhana sih, tapi cukup mengerikan. Kamu akan masuk
ke ‘kandang’ berbahan acrylic berbentuk silinder dengan pengait di
atasnya. Silinder yang berisi maksimal 2 orang ini akan diturunkan ke
dalam kolam.
Sementara itu, sang buaya lapar ini akan diberi makan. Hal ini
dilakukan agar buaya tersebut bergerak aktif. Wih, ngeri-ngeri sedap ya…
Biaya untuk masuk ke wahana ini relatif mahal. Kamu harus merogoh
kocek sebesar 103 poundsterling atau sekitar 1,8 juta rupiah. Lumayan
juga ya…
Bayar mahal tapi worth it sih, masuk ke dalam kolam berisi
buaya dengan ukuran sangat besar selama 15 menit ini sudah bikin
jantungmu berdebar tak henti-hentinya kok…
Tahun 2015 lalu, pernah ada kejadian seram saat salah satu
pengunjung terjebak di dalam kandang saat pengaitnya tiba-tiba rusak.
Dia berada di kepungan buaya lapar dan panik saat kandangnya tidak bisa
dinaikkan. Petugas keamanan pun mengebor kandang tersebut dan
menyelamatkan pengunjung itu. Serem juga ya…
Wahana ekstrem memang diciptakan untuk kamu yang suka tantangan pemacu
adrenalin. Makanya, kalau kamu suka dengan destinasi serem menantang
ini, yuk agendain ke Darwin, Australia. Nyebur kolam dengan buaya lapar
bakal jadi kenangan tak terlupakan sih. Apalagi jika berhasil mendapat angle foto yang luar biasa. Selamat mencoba ya…
Minionstraveler - Pertama di Asia, Hotel Bergantung Hadir di Gunung Parang Purwakarta
Obyek Wisata Rock Climbing yang disebut-sebut oleh pecinta pemanjat tebing terbesar ke-2 di Asia, Badega Gunung Parang Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kini hadir dengan destinasi wisata alam terbaru.
Gunung berbatu andesit tersebut dilengkapi dengan fasilitas hotel bergantung di ketinggian 900 meter untuk para pengunjung yang mencintai tantangan.
Prediksi Bola - "Gunung Parang kini dilengkapi dengan hotel bergantung
untuk para pengunjung yang mencintai tantangan. Tahap awal hotel atau
resort yang tergantung di atas gunung tersebut ada 10 unit terlebih
dahulu. Di dalamnya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti hotel
biasanya," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kepada wartawan usai meninjau pembangunan hotel bergantung di Gunung Parang, Rabu (5/7/2017).
Saat ini pembangunannya sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada September 2017.
"Sekarang bisa dilihat sudah tertempel satu di atas dan sedang pembangunan yang lainnya. Hotel bergantung ini menawarkan pemandangan alam di Purwakarta mulai dari pegunungan sampai Waduk Jatiluhur terlihat jelas di atas sana," kata Dedi.
Sementara itu, Dhany Daelami, seorang pecinta climbing sekaligus
pengelola kawasan wisata Gunung Parang menyebut proyek pembangunan hotel bergantung ini sedang dikebut.
Hotel ini memiliki keamanan berstandar internasional layaknya seperti hotel bergantung di Peru, Amerika Selatan.
Setiap ruangan kamar hotel dibangun dari rangka besi dan ditempelkan
dengan alat khusus ke batu andesit gunung tersebut. Lokasi ketinggiannya
berbeda-beda dan paling mahal harganya nantinya ruangan yang berada di
lokasi paling tinggi.
" Hotel bergantung
di Gunung Parang ini menjadi yang pertama di Indonesia bahkan Asia.
Peminatnya pun sebagian besar sudah banyak yang menanyakan
rekan-rekannya dari luar negeri. Target September sudah terbangun 10
kamar hotel bergantung di gunung ini," ujarnya.
Dhany menambahkan, selama ini Gunung Parang selalu didatangi oleh
pecinta climbing dari dalam dan luar negeri. Bahkan, pendaki asal
Jepang, Belanda dan Inggris telah mengenal keindahan gunung tersebut dan
sudah dikenal di mancanegara.
Ketinggian Gunung Parang sekitar 1.000 mdpl dengan trek vertikal dan berbatu.
"Trek dijajal oleh setiap pecinta pemanjat tebing membutuhkan waktu
sekitar 1,5 jam. Treknya pun vertikal dan bukan seperti kebanyakan
gunung biasanya. Pasti sangat menantang dan paling disukai oleh para
pemanjat tebing," katanya.
Sampai saat ini, lanjut Dhany, pihaknya baru menyelesaikan satu
bagian ruangan hotel yang sudah terpasang di atas gunung tersebut.
Ruangan hotel tersebut masih dalam pengerjaan bagian interior dan
pemasangan saluran air ke atas hotel tersebut.
"Itu dilihat sudah ada satu yang terpasang, sembilan ruangan lagi sedang dalam pengerjaan," pungkas dia.